Kita semua tahu bahwa proyek mobil otomatis tanpa pengemudi milik Google semakin matang dari waktu ke waktu. Tampaknya mereka kurang puas dengan kondisi yang ada dan berencana memberikan fitur baru pada automatic self-driving car milik mereka.
Sebuah dokumen di Federal Communications Commission (FCC) Amerika menunjukkan bahwa Google sedang mengupayakan agar mobil otomatis mereka memiliki fitur wireless charge.
Dalam dokumen tersebut terlihat bahwa Google telah menjalin kerja sama dengan Hevo Power dan Momentum Dynamics, di mana keduanya merupakan perusahaan yang berspesialisasi dalam membuat prototipe fitur wireless charge tersebut.
Idenya, sistem mentransfer daya dari pemancar yang tertanam di dalam tanah (pad khusus yang ditanam di jalur mobil) ke penerima di bagian bawah kendaraan listrik, menggunakan prinsip yang disebut induksi magnetik resonansi. Dalam proses ini, sebuah arus bolak-balik melalui sirkuit listrik menciptakan medan magnet berosilasi.

Jika protipe tersebut matang dan siap diaplikasikan secara massal ke berbagai mobil self-drive Google, bukan mustahil kendaraan tersebut akan terus melaju 24 jam non-stop tanpa berhenti karena pengisian tenaga dilakukan secara konstan terus-menerus melalui pad di jalur khusus milik mereka.
Bacaan lebih lanjut:
http://spectrum.ieee.org/cars-that-think/transportation/self-driving/google-wants-its-driverless-cars-to-be-wireless-too
Di dalam postingan di Windows Blog, sang penulis Christina Calio menyatakan bahwa, “I’m happy to let you know that we’re making 10 of the top albums from 2015 available in the Windows Store, for free for our Windows 10 fans as a gift from us for the holidays, and to say thank you for the support.”. Ini berarti, hadiah juga diberikan atas dasar dukungan para pengguna Windows 10 kepada Microsoft.



Jika kita telaah bersama-sama, sebenarnya ada banyak faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat kuantitas peserta didik yang melanjutkan ke jenjang S1.