Jika Anda seorang gitaris yang selalu berpindah lokasi dan merasa harus sering berlatih, ada beberapa amplifier portabel bertenaga baterai yang bisa menjadi pilihan. Sayangnya walaupun kecil, ukurannya masih terlalu besar. Kelemahan itu kini coba diatasi oleh Fender.
Perusahaan baru-baru ini meluncurkan amplifier portabel yang hanya seukuran saku saja, yaitu Mustang Micro. Tidak seperti amplifier gitar pada umumnya yang biasanya memerlukan kabel untuk menyambungkan gitar ke amp, Micro Mustang dicolokkan langsung ke port kabel gitar Anda. Ini berarti Anda perlu membawa lebih sedikit peralatan.

Yang membuat amplifier ini menjadi kecil adalah output audio yang dihubungkan via headphone jack atau koneksi USB, sehingga Anda bisa berlatih tanpa mengganggu orang di sekitar Anda. Bentuknya yang kecil berarti Anda mungkin tidak akan mendapatkan efek yang sama dibandingkan dengan amp yang lebih besar dan lebih bertenaga, tapi itu bukan tujuan dari Mustang Micro.
Fitur utama dari Micro Mustang adalah: an all-in-one personal headphone amplifier with onboard DSP, 12 amp and 13 effects models from the Mustang GTX series for a wide range of clean and dirty tones
Fender mengklaim bahwa masa pakai baterai pada amp dapat mencapai empat jam dengan sekali pengisian. Perangkat ini dapat diisi ulang powernya lewat port USB-C. Jadi, jika Anda memiliki bank daya (powerbank) atau charger telepon, ia juga dapat digunakan. Fender akan merilis Mustang Micro pada April mendatang dengan harga $100.
Sumber
Fender Press Release



Bagi Anda warga Jakarta dan sekitarnya, event Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2016 telah dibuka sejak 10 Juni dan akan berakhir pada 17 Juli 2016.
Di dalam postingan di Windows Blog, sang penulis Christina Calio menyatakan bahwa, “I’m happy to let you know that we’re making 10 of the top albums from 2015 available in the Windows Store, for free for our Windows 10 fans as a gift from us for the holidays, and to say thank you for the support.”. Ini berarti, hadiah juga diberikan atas dasar dukungan para pengguna Windows 10 kepada Microsoft.
Jika Anda penggemar musik elektronik dan remix, mungkin Anda sangat mengenal nama DJ Avicii. Baru-baru ini yang bersangkutan kedapatan menggunakan software (plugin) musik bajakan di perangkat komputernya.
Bagi Anda yang lahir di tahun 40-an, mendengar kata “Marina” tentunya akan mengingatkan Anda pada lagu yang populer di tahun 1950-an akhir. Ya, Marina adalah hits terkenal pada masa itu yang mempopulerkan musikus Rocco Granata.
Banyak pelajaran yang dapat dipetik dari film ini, di antaranya perjuangan Rocco dan Ibunya yang harus membanting tulang mencari uang agar dapat memperoleh alat musik accordion. Selain itu, konflik antara Rocco dan ayahnya juga terbilang mengharukan. Kita mungkin akan membenci sosok Rocco yang tidak membantu ayahnya yang telah sakit paru-paru akibat situasi pernafasan yang buruk di dalam tambang. Namun, pada akhirnya Rocco dapat membahagiakan sang ayah.





