Apa jadinya ketika Anda disuruh untuk mengganti nama produk yang Anda buat, karena dituduh melanggar hak cipta nama produk lain? Itulah situasi yang sedang dialami oleh Microsoft Corporation.
Domain onedrive.com telah dipesan dan video komersial dengan nama baru tersebut telah dibuat dan diunggah ke Youtube oleh Microsoft. Bagi Anda yang belum tahu, Skydrive merupakan layanan gratis penyimpanan berbasis komputansi awan dari Microsoft.
Adalah British Sky Broadcasting Group (BSkyB) yang menggugat Microsoft ke pengadilan. Setelah tidak mencapai titik temu antara keduanya, Microsoft terpaksa mengganti nama Skydrive menjadi Onedrive demi menghindari denda yang tidak diperlukan.

Sebelumnya Microsoft sempat bermasalah dengan perusahaan retail besar asal Jerman, Metro AG, karena menggunakan istilah “metro” untuk tampilan khas kotak-kotak di Windows 8. Microsoft terpaksa mengganti istilah Metro Style setelah interface tersebut mulai dikenal luas oleh para penggemarnya.
Penggantian ini menurut Microsoft dinilai tidak mudah karena berbagai promo telah dilakukan dan tentunya menghabiskan uang banyak. Namun, mereka tetap optimistis Onedrive tetap akan menarik dan digunakan oleh para netter yang membutuhkan cloud storage.
Berikut ini video promosi Onedrive dari Microsoft:
Sumber:
http://www.geek.com/apps/skydrive-is-now-onedrive-but-microsoft-is-keeping-the-clouds-1583191/


Baru-baru ini, seorang pria nekat menerobos Api dari rumahnya yang terbakar hebat hanya untuk menyelamatkan mesin console Xbox miliknya.
Bloatware jika diibaratkan merupakan software bawaan vendor yang otomatis terinstall pada smartphone. Tidak semua pengguna membutuhkan berbagai software tersebut, dan terkadang hanya memenuhi ruang penyimpanan Anda.
Sebenarnya Google+ tidak jelek-jelek amat. Malahan, kami rasa ia lebih baik dari Facebook. Selain mendukung format gambar GIF dan memiliki editor gambar dengan filter mirip-mirip Instagram, integrasinya dengan Youtube membuat Google+ lebih superior.
