Beranda » Biz-Startup » Internet »

Penetrasi Chrome Terhadap Browser Lain

Apa yang membuat statistik Google Chrome semakin begitu meningkat sekarang? Browser Opera sebagai pemain lama posisinya ternyata masih terus begitu-begitu saja. Firefox yang bertahun-tahun malang melintang dengan model open sourcenya, masih belum mampu menduduki posisi sebagai browser utama. Sementara Chrome yang baru diluncurkan pada 2008 kemarin, kini sudah menggoyang eksistensi browser-browser lain.

Apa karena hanya fitur yang beredar bahwa Chrome mampu merender situs dengan penggunaan javascript intens lebih baik ketimbang browser lain? Sepertinya tidak juga. Nama besar Google juga menjadi jaminan mutu suatu produk, sebagaimana orang membeli barang karena melihat perusahaan di belakang produk tersebut. Sebagai contoh, orang lebih suka membeli produk motor dari Yamaha atau Honda ketimbang Pulsar dari Bajaj.

browser

Sebenarnya ada yang lebih lagi dari sekedar jaminan nama besar Google. Menggunakan browser sekarang adalah bebas resiko, terlebih dapat diperoleh secara gratis. Hal lain tentunya bagaimana Google melakukan penetrasi browsernya ke dunia maya bagi para pengguna. Suatu hal yang hanya bisa diwujudkan oleh Google sebagai pengelola bisnis terkemuka. Berikut ini beberapa gaya ala Google dalam menerapkan penetrasi Chrome;

  1. Statistik dari NetMarketShare mengatakan bahwa mesin pencari Google digunakan di lebih dari 97% komputer di seluruh dunia. Kelebihan ini segera dimanfaatkan oleh Google, dengan memasang iklan browser mereka di halaman utama pencarian. Jika Anda membuka halaman awal Google, Anda akan melihat banner dari Google yang menawarkan Chrome untuk pengalaman berselancar yang lebih cepat di web
  2. Integrasi ke dalam AdSense pada SERP juga diterapkan oleh Google. Jika pengguna melakukan pencarian di Google, hasil pencarian akan disertakan pula penawaran Chrome jika kata kunci berhubungan dengan dunia internet. Sesuai dengan mekanisme cara Google mengiklankan produk-produk milik mereka melalui program Adwords. Dan mekanisme ini seperti apa, hanya orang Google saja yang mengerti alogaritmanya.
  3. Integrasi pada instalasi program. Banyak program berkualitas di Internet dan bisa diunduh dan digunakan secara gratis. Jika Anda pernah menginstall program pembersih dan tweak Ccleaner serta program proteksi malware Avast AntiVirus, Anda akan melihat instaler secara agresif menawarkan opsi untuk menginstall juga browser Chrome.
  4. Integrasi pada instalasi driver komputer. Cara ini tidak hanya mengontak produsen software saja, melainkan juga mengontak vendor hardware agar mau menyertakan browser Google Chrome pada instalasi driver mereka. Langkah yang cukup picik mengingat apa yang mereka lakukan dapat mungkin terjadi karena mereka memiliki uang. Masih ingat kenapa Google membayar Firefox pada akhir 2011 kemarin?

Begitulah monopoli, Anda sudah diberi gratis dan bagus pula, mau protes apalagi? Namun yang pasti, yang terbanyak belum tentu yang terbaik. Kami punya segudang alasan untuk mengatakan bahwa Firefox memiliki beberapa kelebihan yang tidak ada pada Chrome.

 

Beri Tanggapan

#ads #AMD #Android #Apple #Blackberry #browser #Chrome #cloud #dropbox #end of life #Facebook #facebook timeline #firefox #FOSS #GNU/Linux #Google #Google-Plus #green technology #hacked #IE #IM #instagram #Intel #iOS #iPhone #iPhone 5 #LG #malware #Metro #Microsoft #mobile-site #Motorola #Nokia #Samsung #Samsung Galaxy #skype #Sony #SOPA #SSD #statistik2011 #storage #tablet #Twitter #Ubuntu #ultrabook #Windows #Windows8 #WindowsPhone #WordPress #youtube